Memulai bisnis saat kuliah tidak hanya membutuhkan produk yang menarik dan strategi pemasaran. Legalitas dasar juga penting agar usaha tercatat secara resmi dan lebih mudah dikembangkan. Salah satu dokumen yang perlu dipahami mahasiswa adalah Nomor Induk Berusaha atau NIB.
NIB merupakan bukti registrasi sekaligus identitas pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usaha. Bagi mahasiswa yang memiliki usaha perseorangan skala mikro dan kecil, pengajuan NIB dapat dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Prosesnya dilakukan dengan mengisi data usaha secara mandiri sesuai kondisi sebenarnya.
Artikel ini membahas cara membuat NIB untuk bisnis mahasiswa melalui OSS, termasuk persiapan data, pemilihan bidang usaha, pemeriksaan tingkat risiko, serta langkah setelah dokumen diterbitkan.
Mengapa NIB penting bagi bisnis mahasiswa?
NIB membantu menunjukkan bahwa bisnis mahasiswa telah terdaftar dalam sistem perizinan berusaha. Dokumen ini dapat menjadi identitas usaha ketika mahasiswa membangun kerja sama, mengembangkan pasar, atau mengurus kebutuhan bisnis lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Perizinan berusaha di Indonesia menggunakan pendekatan berbasis risiko. Artinya, kebutuhan perizinan tidak selalu sama untuk setiap usaha. Jenis kegiatan dan tingkat risiko dapat menentukan apakah suatu bisnis cukup memiliki NIB atau masih memerlukan izin, sertifikasi, maupun persyaratan tambahan.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang berlaku sejak 5 Juni 2025 dan mencabut PP Nomor 5 Tahun 2021.
Persiapan sebelum membuat NIB melalui OSS
Persiapan yang baik membantu mahasiswa menghindari kesalahan saat mengisi formulir. Sebelum masuk ke sistem OSS, siapkan informasi berikut:
- Data identitas pelaku usaha sesuai dokumen kependudukan.
- Data usaha, termasuk nama dan bentuk usaha yang dijalankan.
- Alamat atau lokasi kegiatan usaha.
- Informasi modal usaha sesuai kondisi sebenarnya.
- Deskripsi kegiatan atau produk yang dijual.
- Klasifikasi bidang usaha atau KBLI yang paling sesuai.
Pastikan data yang digunakan konsisten. Jangan mengisi modal, lokasi, atau jenis kegiatan secara perkiraan yang tidak sesuai dengan keadaan usaha. Ketepatan informasi akan membantu sistem menentukan proses perizinan dan persyaratan yang relevan.
Cara membuat NIB untuk bisnis mahasiswa melalui OSS
1. Masuk ke sistem OSS dan gunakan akun yang sesuai
Langkah pertama adalah masuk ke aplikasi atau sistem OSS menggunakan akun pelaku usaha. Untuk bisnis mahasiswa yang termasuk usaha mikro dan kecil, gunakan akun UMK apabila kategori usaha tersebut sesuai dengan kondisi bisnis.
Jika belum memiliki akun, ikuti proses pendaftaran pengguna yang tersedia di OSS. Gunakan data yang benar dan jaga keamanan informasi akun agar pengelolaan NIB dapat dilakukan dengan baik.
2. Pilih menu pengelolaan NIB
Setelah berhasil masuk, pilih menu pengelolaan NIB sesuai panduan OSS untuk pengguna UMK. Dari menu tersebut, mahasiswa dapat memulai proses pendaftaran kegiatan usaha dan mengisi informasi yang diminta oleh sistem.
Baca setiap bagian formulir sebelum melanjutkan. Beberapa data yang telah diisi dapat menjadi dasar bagi sistem untuk menampilkan perizinan atau persyaratan berikutnya.
3. Isi data pelaku usaha dan usaha
Masukkan data pelaku usaha serta informasi bisnis secara lengkap. Data tersebut mencakup identitas pemilik, keterangan usaha, lokasi kegiatan, modal, dan informasi lain yang diminta dalam proses pendaftaran.
Untuk mahasiswa yang menjalankan bisnis dari rumah, tempat tinggal, kampus, atau lokasi lain, tuliskan lokasi kegiatan sesuai keadaan usaha. Apabila bisnis memiliki lebih dari satu kegiatan, perhatikan setiap kegiatan yang hendak didaftarkan agar informasi yang diberikan tetap akurat.
4. Pilih KBLI dengan hati-hati
KBLI atau klasifikasi bidang usaha digunakan untuk menggambarkan kegiatan ekonomi yang dijalankan. Pemilihan KBLI perlu disesuaikan dengan aktivitas utama bisnis, bukan hanya nama produk atau istilah yang digunakan dalam promosi.
Misalnya, mahasiswa perlu membedakan kegiatan produksi, perdagangan, dan jasa apabila ketiganya memiliki karakter kegiatan yang berbeda. Pilih klasifikasi yang paling mendekati kegiatan nyata usaha. Kesalahan memilih KBLI dapat memengaruhi informasi risiko dan persyaratan perizinan yang muncul.
Jika ragu, telaah deskripsi kegiatan pada pilihan KBLI dan bandingkan dengan aktivitas bisnis yang benar-benar dilakukan. Hindari memilih bidang usaha hanya karena terdengar umum atau populer.
5. Lengkapi informasi kegiatan usaha
Setelah bidang usaha dipilih, lengkapi keterangan kegiatan usaha, lokasi, modal, serta informasi lain sesuai permintaan sistem. Periksa kembali angka dan uraian yang dimasukkan sebelum melanjutkan.
Pengisian secara jujur penting karena OSS menggunakan informasi kegiatan usaha untuk memproses perizinan berbasis risiko. Data yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketidaktepatan dalam menentukan kebutuhan izin atau dokumen tambahan.
6. Periksa risiko dan persyaratan tambahan
Sistem akan mengarahkan pelaku usaha pada informasi terkait tingkat risiko dan kebutuhan perizinan berdasarkan jenis kegiatan yang didaftarkan. Perhatikan apakah kegiatan tersebut memerlukan dokumen, izin, atau sertifikasi sektoral tambahan.
Pada tahap ini, jangan langsung berasumsi bahwa penerbitan NIB berarti semua kewajiban usaha telah selesai. Kebutuhan legalitas dapat berbeda berdasarkan bidang usaha dan tingkat risikonya. Ikuti persyaratan tambahan yang ditampilkan atau diwajibkan sesuai kegiatan usaha.
7. Terbitkan dan unduh dokumen NIB
Setelah seluruh data diperiksa dan proses dinyatakan lengkap, lanjutkan penerbitan NIB melalui sistem OSS. Setelah NIB terbit, unduh dan simpan dokumennya di tempat yang aman.
Mahasiswa sebaiknya menyimpan salinan digital dan, bila diperlukan, salinan cetak. Periksa kembali identitas pelaku usaha, nama usaha, lokasi, serta bidang kegiatan pada dokumen. Jika terdapat ketidaksesuaian, lakukan penanganan melalui sistem OSS sesuai prosedur yang tersedia.
Hal yang perlu diperhatikan setelah NIB terbit
NIB bukan pengganti semua izin
NIB adalah bukti registrasi dan identitas pelaku usaha, tetapi tidak otomatis menggantikan seluruh izin atau sertifikasi sektoral. Bisnis dengan kegiatan tertentu dapat memerlukan persyaratan tambahan berdasarkan tingkat risiko dan aturan sektornya.
Perbarui data jika usaha berubah
Bisnis mahasiswa dapat berkembang dari usaha rumahan menjadi bisnis dengan lokasi, produk, atau kegiatan yang lebih luas. Apabila terjadi perubahan pada data usaha, lakukan pembaruan melalui OSS sesuai ketentuan. Data legalitas sebaiknya mencerminkan kondisi bisnis terkini.
Gunakan NIB secara bertanggung jawab
NIB bukan sekadar dokumen administratif. Jadikan proses ini sebagai kesempatan untuk memahami bidang usaha, skala bisnis, dan kewajiban legalitas yang menyertainya. Dengan begitu, mahasiswa dapat membangun usaha yang lebih tertib sejak awal.
Checklist singkat pembuatan NIB mahasiswa
- Siapkan data identitas dan informasi usaha.
- Gunakan akun UMK jika sesuai dengan kategori usaha.
- Pilih menu pengelolaan NIB di OSS.
- Tentukan KBLI berdasarkan kegiatan yang benar-benar dijalankan.
- Isi lokasi, modal, dan informasi kegiatan secara akurat.
- Periksa tingkat risiko serta persyaratan tambahan.
- Terbitkan, unduh, dan simpan dokumen NIB.
- Perbarui data apabila usaha mengalami perubahan.
Dengan mengikuti langkah tersebut, mahasiswa dapat mengurus NIB secara lebih terarah melalui OSS. Legalitas yang tertata sejak awal akan membantu bisnis tumbuh dengan fondasi yang lebih kuat, selaras dengan semangat UKU dalam membentuk generasi muda mandiri, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.





Leave a Reply